Selepas wajah terhalau angin elok
Memandang Lembaran Kapas Putih
Ku mendayuh ketengah tepian Nias
Terhempas ombak yang Mengairi naluriku...
Dedaunan Berjatuhan Tertelan kesunyian
Ku terbayang paras berkabut biru
Diatas sejadah ini Ku bentangkan
Ku memanjaatkan doa tersedu terbungkam
Selama waktu masih ada
aku selalu berdoa aku yakin kau kapasku
membersihkan noda kegelisahanku...
terdiam ku terdiam menunggu waktu...
aku menyangimu karena ku tau
kaulah yang kupercaya...
Mencintaimu seperti padi tak bertuan..
tiba tiba ku datang tanpa tau...
jujur hati ini tulus menyangimu karena Allah
mencintaimu seperti air nira
membutuhkan waktu lentera terang bergelap redup
Untuk Seputih kapas yang menerangi langkahku... ku menunggu penantian ini ~
No comments:
Post a Comment